Rabu, 06 Oktober 2010

Manfaat kebahagiaan di tempat kerja

Berikut adalah 10 alasan mengapa kebahagiaan di tempat kerja adalah alasan nomor 1 untuk meningkatkan produktifitas, seperti yang dijabarkan oleh Alexander Kjerulf:

1: Orang-orang yang bahagia bekerja lebih baik dengan orang lain. Mereka akan lebih menyenangkan dalam bergaul dan tentunya akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Ini akhirnya:
  • Kerjasama yang lebih baik
  • Hubungan yang lebih baik dengan bawahan (bila manager/supervisor)
  • Pelanggan yang lebih puas (bila di bidang jasa)
  • Meningkatnya penjualan (bila di bidang penjualan)

2: Orang-orang yang bahagia lebih kreatif. Ketika produktifitas perusahaan Anda sangat tergantung dengan adanya ide-ide baru, orang-orang di perusahaan Anda harus bahagia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Teresa Amabile, ia mengatakan “ketika orang-orang dalam mood yang baik di hari apapun, mereka akan lebih memiliki ide-ide yang kreatif hari itu dan hari keesokannya.” Sepertinya ada proses cognitive yang terjadi ketika orang merasakan rasa senang yang menjadikannya lebih fleksibel, lebih lancar berbicara dan memiliki pikiran-pikiran yang original. Lalu kemudian masih terbawa ke keesokan harinya.

3: Orang-orang yang bahagia memperbaiki masalah dan bukan mengeluh tentang masalah Ketika Anda tidak bahagia, maka kerikil pun terlihat seperti gunung. Menjadi sangat sulit untuk memperbaiki masalah atau menemukan solusi-solusinya tanpa mengeluh terlebih dahulu. Ketika Anda bahagia di tempat kerja – tidak ada pilihan lain tetapi langsung mencari jalan keluarnya.

4: Orang-orang yang bahagia memiliki lebih banyak energi Orang-orang yang bahagia memiliki lebih banyak energi dan tentunya lebih efisien dalam melakukan segala hal.

5: Orang-orang yang bahagia lebih optimis Orang-orang yang bahagia memiliki cara pandang yang lebih positif dan optimis. Penelitan pun menemukan (terutama penelitian oleh Martin Seligman di bidang positive psychology) bahwa orang-orang yang optimis jauh lebih sukses dan produktif. Seperti yang dikatakan “ketika Anda percaya bahwa Anda bisa atau tidak bisa, Anda benar!”

6: Orang-orang yang bahagia lebih termotivasi Motivasi yang rendah berarti produktifitas yang rendah. Dan satu-satunya cara untuk termotivasi secara konsisten adalah dengan menjadi bahagia. Dan ini sebabnya motivasi dengan memberikan uang/makanan/hadiah tidak memiliki dampak yang besar dan lama.

7: Orang-orang yang bahagia tidak sering sakit Sakit adalah pembunuh produktifitas. Dan ketika Anda tidak bahagia terutama menikmati pekerjaan Anda, maka Anda akan lebih mudah terkena penyakit, termasuk maag, kanker, diabetes dan jantung. Anda pun akan lebih cepat stres dan lelah.

8: Orang-orang yang bahagia belajar lebih cepat Ketika Anda senang, bahagia dan rileks, maka Anda akan lebih terbuka untuk mempelajari hal-hal baru di tempat kerja dan akhirnya meningkatkan produktifitas.

9: Orang-orang yang bahagia tidak terlalu khawatir tentang membuat kesalahan – dan akhirnya melakukan kesalahan lebih sedikit Ketika Anda bahagia, sekali-kali melakukan kesalahan tidak akan terlalu mengganggu Anda. Anda akan cepat bangkit dari kesalahan tersebut, belajar dari hal tersebut dan maju kembali. Anda juga akan lebih mudah mengakui kesalahan Anda ke orang lain – mengambil tanggung jawab atas hal tersebut, meminta maaf dan kemudian memperbaikinya. Sikap yang rileks ini menjadikan seseorang untuk melakukan lebih sedikit kesalahan dan lebih belajar dari kesalahan tersebut.

10: Orang-orang yang bahagia membuat keputusan yang lebih baik Orang-orang yang tidak bahagia biasanya selalu dalam krisis. Fokus mereka menjadi lebih sempit dan sulit untuk melihat gambaran besarnya. Biasanya langsung masuk ke survival insticts dan keputusan yang ada hanya untuk jangka pendek. Kebalikannya, orang-orang yang bahagia lebih bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik dan juga lebih pandai dalam memprioritaskan pekerjaan mereka.

Source : http://positivesharing.com/2007/03/top-10-reasons-why-happiness-at-work-is-the-ultimate-productivity-booster/


Selasa, 05 Oktober 2010

Rumah bersih dan wangi secara hemat


Pada saat-saat tertentu dimana kita dituntut untuk berlaku hemat menuntut kita untuk menghemat banyak uang sebanyak mungkin. Namun kebersihan dan keharuman rumah harus selalu terpelihara setiap saat. Karena rumah adalah tempat tinggal kelurga, jadi harus selalu nyaman dan wangi. Berikut ini tips untuk membersihkan rumah dengan bahan-bahan yang mungkin anda jumpai di rumah.

1. Gunakan larutan detergen untuk mengepel lantai anda. Mulailah dengan mencampurkan 2 sendok detergen kedalam 1 galon air. Campuran ini akan memberikan aroma wangi pada lantai anda sekaligus membuat lantai anda mengkilap. Anda juga bisa menggunakan larutan ini untuk membersihkan jendela anda.

2. Rendam kain pel yang bersih kedalam cuka dan gunakan untuk membersihkan logam-logam krom atau stainless agar nampak bersih. Atau anda dapat merendam peralatan yang terbuat dari krom dalam larutan soda kue (Baking soda dicampur air). Anda bisa merendamnya semalaman untuk anda bersihkan pada hari berikutnya.

3. Gunakan semprotan pembersih gigi untuk menghilangkan kuman pada closet anda dan membersihkannya pada hari berikutnya, atau anda bisa mencelupkan tiga butir vitamin C ke dalam closet anda.

4. Anda dapat membuat pewangi ruangan dengan mengunakan bola kapas yang dicelupkan ke dalam wewangian favorit anda dan menempatkan pada wadah terbuka. Atau anda bisa mengoleskan minyak wangi pada permukaan bola lampu. Panas dari bola lampu akan menyebarkan aroma wangi dalam ruangan. Untuk dapur anda agar segar dan wangi anda bisa menggunakan jeruk dan lemon yang direbus hingga mendidih selama 1 jam.

5. Untuk membuat furniture anda tetap mengkilap anda bisa membuat semir dengan campuran 1 sendok teh minyak zaitun dan 1/2 cangkir jus lemon. Masukan campuran terebut kedalam botol spray untuk anda gunakan mengelap furniture anda.


Cara mudah melepas dan membersihkan bekas stiker

Sticker dan perekan dapat merusak furniture atau permukaan lainnya, kadang kadang membuat kacau penampilan karena bekas sticker yang sudah usang membuat keliatan kotor dan sangat sulit untuk dibersihkan. Mengupas dengan pisau kadang kadang tidak membantu malah menambah kerusakan pada permukaan. Ada cara-cara mudah dan murah untuk mengelupaskan atau membersihkan bekas-bekas stiker yang bahan-bahanya bisa anda jumpai dirumah.

1. Cuka. cuka adalah cairan alami yang murah untuk menghilangkan bekas sticker atau membantu anda melepaskan sticker dari permukaanya. Larutan asam ringan akan membantu memecah perekat pada sticker. Caranya adalah dengan menuangkan cuka kedalam botol spray dan semprotkan ke permukaan sticker, biarkan cairan cuka meresap kedalam sticker selama 15 menit. Sementara itu siapkan kain basah yang bersih dan hangatkan kain basah tersebut dalam mikrowave atau dengan air hangat. Panas dari kain lembab akan membantu melonggarkan perekat dalam sticker. Lepas lapisan stiker dari permukaan dan semprotkan permukaan sisa bekas stiker dengan cuka untuk membersihkannya.


2. Minyak Zaitun. Minyak zaitan membantu menghilangkan stiker dari permukaan seperti kaca logam dan kayu. kadang kadang dipake untuk menghilangkan label harga pada permukaan yang keras. Tuangkan minyak zaitun pada kain dan sapukan pada permukaan stiker, biarkan selama kurang lebih 15-20 menit, kemudian bersihkan sisa stiker dari permukaan tadi menggunakan larutan cuka sperti cara nomor 1.


3. Aseton. Cairan pembersih kutek kuku ini bisa juga digunakan untuk membantu mengelupaskan stiker dari berbagai permukaan. Basahi permukaan stiker menggunakan kapas yang telah dicelupkan ke dalam azetan. Tunggu beberapa saat, kemudian lepas stiker dari permukaan. Bersihkan sisa stiker dengan kapas yang telah dibasai aseton tadi. Bila perlu tambahkan beberapa tetes cairan pelembut kain ke dalam aseton untuk mengatasi stiker yang sangat bandel atau telah menempel selama bertahun-tahun.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More